Jaringan komputer merupakan ( computer network) / sering disebut jaringan merupakan 2 buah simpul ( umumnya berupa simpul ) atau lebih ditujukan untuk melakukan pertukaran data atau untuk melakukan bagi pakai perangkat lunak, perangkat keras, dan bahkan berbagai kekuatan pemrosesan.Berikut adalah penjelasa tentang manfaat kegunaan jaringan komputer.
a. Berbagai perangkat keras
Perangkat semacam hardisk, printer, CD-ROM, Drive,& modem dapat digunakan oleh sejumlah komputer tanpa perlu melepas & memasang kembali. Peranti cukup dipasang pada sebuah komputer / dihubungkan pada suatu peralatan khusus dan semua komputer dapat mengaksesnya.
b. Berbagai program / data
Program / data dimungkinkan untuk disimpan pada sbuah komputer yang bertindak sebagai server ( yang melayani omputer-komputer yang akan membutuhkan data / program). Penempatan data pada server juga memberikan keuntungan antara lain menghindari duplikasi data dan ketidakkonsistenan.
c. Mendukung kecepatan berkomunikasi
Dengan adanya dukungan jaringak komputer, komunikasi dapat dilakukanlebih cepat. Pra pemakai komputer dapat mengairim surat elektronik dengan mudah bahkan dapat berckap-cakap secara lansung melalui tulisan ( chating ) ataupun telekonferasi.
d. Memudahkan pengaksesan imformasi
Jaringan komputer memuadahakan pengaksesan informasi. Seseorang dapat bepergian ke mana saja dan tetap bisa mengakses data yang terdapat pada server ketika ia membutuhkannya.Pertumbuhan internet salah satu implementasi jaringa yang terbesar didunia, memungkinkan segala imformasi yang ada di dunia dapat dengan mudah didapatkan.
Jaringan Komputer pada dasarnya adalah untuk berbagi / sharing, entah berbagi data maupun berbagi perangkat.
Jadi, dengan Jaringan Komputer, bisa dimungkinkan untuk menggunakan satu alat yang dipakai beramai-ramai, seperti contohnya: Printer. Juga, dengan Jaringan, data dari satu komputer bisa dengan mudah diakses oleh komputer lain.
Hasilnya, Jaringan Komputer membuat bisnis menjadi lebih murah (lebih sedikit perangkat), & lebih efisien (lebih mudah mengakses data).
skip to main |
skip to sidebar

Bagi kebanyakan orang, pendingin standar bawaan PC telah dirasa mencukupi. Tetapi bagaimana
dengan mania overclock yang memaksa prosesor PC-nya bekerja sampai di ambang batas
kemampuannya? aku yakin mereka akan merasa kurang dengan kinerja pendingin standar bawaan
PC-nya dan mencari pendingin yang lebih baik/lebih dingin. Atau bagaimana dengan notebook yang
mensyaratkan sistem dapat menghemat daya yang dipakainya? Selain prosesor yang hemat listrik,
notebook juga menerapkan fan pendingin yang bekerja sesuai dengan kebutuhan.
Sebenarnya teknologi pendinginan PC juga berevolusi selama tugas pendampingannya terhadap
prosesor. Tetapi memang tidak sepesat perkembangan teknologi prosesor itu sendiri. Ini karena
untuk kondisi normal, penggunaan teknologi pendinginan standar sudah cukup untuk mendinginkan
prosesor. Secara garis besar, jenis sistem pendingin dapat dibagi menjadi 3, yaitu sistem pendingin
udara, sistem pendingin air, dan peltier.
Sistem Pendingin Udara
Inilah sistem pendingin yang paling tua di dunia PC dan masih
dipakai sampai saat ini. Sistem ini mendominasi sistem pendinginan
pada PC karena kesederhanaannya dan harganya yang murah. Walau
pun sistem ini juga memiliki beberapa kekurangan, salah satunya
adalah sangat bising.
Sistem pendingin udara ini terdiri atas 2 buah komponen, yaitu
heatsink & fan. Heatsink berguna untuk menyerap panas pada
prosesor. Bilah-bilahnya berguna untuk menyalurkan panas prosesor
ke udara sekitar. Sedangkan fan berguna untuk menguraikan panas heatsink ke udara sekitar dengan
lebih cepat. Untuk itulah mengapa heatsink didesain berbilah-bilah karena untuk lebih memudahkan
penyaluran udara panas ke udara sekitar.
Sistem Pendinginan Air
Sistem ini menggunakan air untuk menyerap
panas di heatsink. Prinsip kerjanya mirip
dengan sistem radiator pada mobil. Pada
prosesor dipasang blok air yang berisi banyak
bilah tembaga/ aluminium yang bertugas
seperti heatsink, yaitu menyerap panas
prosesor. Tetapi bilah-bilah ini diletakkan
dalam blok yang berisi air. Pada blok ini
terdapat 2 buah saluran, satu untuk masuk
air dan yang lain untuk keluar air. Nah, panas
di bilah-bilah heatsink ini diserap oleh air yang
kemudian dibuang keluar blok air menuju
reservoir atau penampung air melewati selang
air. Air ini kemudian didinginkan dengan fan
pendingin yang terdapat pada reservoir. Air
dalam reservoir yang telah dingin kemudian
dipompa oleh pompa air elektris mini keluar
reservoir melewati selang air kemudian masuk
ke blok air untuk menggantikan air yang telah bersirkulasi mendinginkan heatsink. Jadi air ini
bersirkulasi mendinginkan heatsink, kemudian kembali keluar menuju reservoir yang kemudian air
panas ini akan didinginkan oleh fan.
Karena jarak antara blok air dengan reservoir bisa fleksibel dengan jarak sampai sejauh 3 meter, ini
berarti tidak ada motor fan dalam PC. Motor fan pendingin reservoir dan pompa air elektris mini
dapat diletakkan terpisah dari PC. Ini menjadikan sistem PC lebih senyap.
Sistem Peltier (thermoelectric)
Ini adalah sistem yang sebenarnya tidak mendinginkan sistem, tetapi hanya memindahkan panas dari
satu ujung ke ujung yang lain. Perbedaan suhu antara ujung yang panas ke ujung yang dingin dapat
berkisar antara 70 derajat sampai 120 derajat. Pendingin Peltier bekerja pada prinsip pemompaan
panas yang bekerja menggunakan sangat banyak daya listrik. Sistem pendingin ini dapat memakai
daya 80 sampai 130 watt untuk dapat bekerja. Sedangkan sistem peltier sendiri juga menghasilkan
panas sehingga juga diperlukan heatsink dan fan untuk sistem peltier. Jadi jika kita jumlahkan
keseluruhan suhu sistem, maka penggunaan sistem peltier akan lebih panas. Tetapi suhu pada
prosesor bisa saja sedingin seperti suhu lemari es kita.
Secara teknis penggunaan sistem peltier ini sangat ideal karena dapat memindahkan panas prosesor
ke luar sistem PC dengan baik dan cepat, tetapi ternyata peltier juga membawa banyak masalah &
bahaya, yaitu misalnya overheating jika fan mati yang akan membakar prosesor, problem kelistrikan
karena peltier memakai terlalu banyak daya, kondensasi/ pengembunan yang terjadi karena
perbedaan yang ekstrem antara suhu prosesor yang didinginkan dengan suhu sekitar. Untuk
informasi lebih lanjut, Anda dapat membacanya di www.peltier-info.com.
Setelah kita memahami beberapa teknologi pendinginan di atas, kita dapat menggunakan teknologi
pendinginan di atas untuk membangun sistem komputasi dengan sistem pendinginan yang sesuai.
Berikut adalah contoh penerapannya.
Pendinginan Pasif untuk Sistem yang Dingin
Maksudnya adalah bahwa sistem yang dingin ini sudah didukung oleh prosesor dan motherboard
bertegangan rendah yang relatif cukup dingin sehingga tidak diperlukan pendingin aktif. Sistem pendingin yang diperlukan hanyalah pendingin pasif, yaitu hanya memerlukan heatsink tanpa
diperlukan fan. Sistem PC ini dapat dibangun dengan prosesor VIA/Cyrix yang memiliki tegangan
rendah. Sebenarnya sistem ini cocok bagi kondisi yang mensyaratkan keadaan yang rendah bising,
tetapi sayang tampaknya harus mengorbankan kinerjanya. Contohnya adalah Notebook.
Pendinginan untuk Sistem Rendah Bising
Beberapa orang atau pun lingkungan kerja mensyaratkan keadaan kerja yang senyap/tidak bising. PC
standar dengan pendinginan standar dirasa cukup menganggu keadaan ini. Memang penyebab
kebisingan dari suatu PC sangat beragam, bisa dari motor CDROM drive, harddisk, pendingin
prosesor (dan prosesor kartu grafis jika ada), dari pendingin power supply atau pun dari fan exhaust
casing PC. Untuk kondisi ini, produsen pendingin prosesor membuat suatu sistem pendinginan yang
memakai motor fan yang memiliki tingkat kebisingan rendah. Motor fan ini didesain khusus dengan
chasing motor yang dilengkapi peredam sehingga dapat menekan suara yang keluar dari motor fan.
Memang dari segi ukuran motor fan dengan peredam ini akan sedikit lebih besar dari motor fan
pendingin prosesor biasa, tetapi suara yang dihasilkan akan lebih kecil.
Pendingin untuk Sistem Hemat Energi
Banyak produsen PC yang memproduksi sistem komputasi yang hemat energi. Selain itu rata-rata
notebook menerapkan dan mensyaratkan sistem yang hemat energi ini. Salah satu penghematan
energi ini dilakukan pada sistem pendingin. Memang beberapa produsen prosesor telah membuat
versi prosesor yang bertegangan rendah yang memiliki suhu kerja lebih dingin dari prosesor lain,
tetapi untuk penggunaan dengan durasi yang lama, prosesor tetap membutuhkan sistem pendinginan.
Belum lagi prosesor Intel yang memiliki teknologi speed step yang dapat disesuaikan kecepatan
prosesornya, ini tentu membutuhkan sistem pendinginan yang otomatis mengikuti kebutuhan
pendinginannya.
Untuk itu didesainlah sistem pendinginan yang lebih efektif dan efisien. Ini dapat dilakukan dengan
memberikan ventilasi yang cukup pada sistem, penggunaan heatsink (keping pendingin) yang ekstra
besar pada prosesor, atau menggunaan fan yang terkendali yang akan bekerja sesuai dengan
kebutuhan.
Pada beberapa motherboard telah dilengkapi sensor suhu yang akan memonitor suhu prosesor dan
juga telah dilengkapi switch (saklar) otomatis bagi fan pendingin prosesor. Ini sangat membantu
dalam membangun sistem yang hemat energi karena fan hanya akan bekerja jika suhu prosesor telah
mencapai tingkat tertentu. Tetapi bagi motherboard yang belum dilengkapi fasilitas tersebut, kita
dapat memakai sistem pendingin yang telah memiliki sensor suhu dan switch otomatis terpasang.
Biasanya sensor dan saklar otomatis tersebut terdapat pada heatsink yang akan menyalakan fan jika
suhu prosesor telah mencapai tingkat tertentu.
Sistem Pendingin bagi Sistem Berkinerja Tinggi
Yang dimaksud sistem berkinerja tinggi di sini adalah sistem dengan tingkat komputasi dan
kehandalan sistem yang tinggi dengan tingkat hidup atau durasi kerja yang panjang. Biasanya sistem
ini didedikasikan untuk mesin server atau juga sistem untuk keperluan khusus yang menuntut
kehandalan & kinerja yang tinggi. Sistem ini tentu akan menghasilkan panas yang lebih tinggi dari
sistem biasa. Untuk mendinginkan sistem berkinerja tinggi ini, sistem pendinginan biasa tentu tidak
mencukupi, untuk itu dibuatlah beberapa jenis sistem pendingin. Kita bisa memakai heatsink yang
ekstra besar dengan bentuknya yang didesain efektif menyerap dan mengeluarkan panas,
menggunakan motor fan yang memiliki kecepatan putar tinggi, atau menggunakan fan yang
memiliki bilah yang lebih besar/lebar atau pun lebih panjang. Tentu tidak lupa pula dikombinasikan
dengan casing yang dingin. Maksud dari casing yang dingin ini adalah banyaknya ventilasi udara
dan biasanya ventilasi ini sudah dilengkapi dengan fan exhaust. Tetapi biasanya sistem pendingin
untuk sistem berkinerja tinggi ini akan lebih bising dan lebih boros daya. Selain dari sistem
pendingin yang diterapkan padanya, kadang sistem ini membutuhkan lingkungan sekitar yang dingin
dengan sirkulasi udara yang sangat baik. Kadang pula diperlukan ruang khusus bagi sistem ini sehingga
sistem dapat bekerja dengan optimal.
Sistem Pendingin bagi Mania Overclock
Sebenarnya sistem PC yang dioverclock tidak disarankan
oleh para produsen prosesor, karena resiko kerusakan dan
umur sistem yang lebih pendek karena penerapan teknik
overclock itu. Tetapi kadang bagi para mania overclock halhal
tersebut mereka abaikan. Bahkan kadang-kadang mereka
membangun sistem untuk dioverclock dengan biaya yang
lebih besar untuk membeli sistem pendingin dan piranti
pendukung lain dari pada jika mereka membeli sistem dengan
tingkat performance lebih tinggi. Belum lagi jika prosesor
atau piranti lain rusak dan mereka harus menggantinya.
Memang tidak masuk akal, tetapi mereka akan merasakan
kepuasan yang tiada tara jika mereka dapat meningkatkan kinerja sistemnya tetapi tetap stabil.
Apalagi ada situs khusus mania overclock yang memuat data-data lengkap sistem yang dioverclock,
tentu hati para mania overclock akan semakin panas untuk dapat melebihi sistem overclock lain.
Jangan-jangan yang perlu dipasang sistem pendingin seharusnya mania overclock itu sendiri ☺.
Dari para mania overclock inilah timbul beberapa teknologi sistem pendinginan yang berkinerja
tinggi. Contohnya adalah penggunaan heatsink yang tidak lagi ekstra, tetapi sudah over besar dengan
casing PC yang banyak memiliki ventilasi ditambah exhaust fan yang ekstra kuat. Selain itu kita
dapat menggunakan coupled/combo heatsink, yang menyatukan dua buah heatsink. Ada juga yang
menggunakan heatsink extention/tambahan, ini akan menambahkan heatsink di atas heatsink & fan
standar prosesor. Kadang kala diperlukan pipa tembaga penghantar panas yang menyalurkan panas
dari heatsink pertama ke heatsink tambahan. Ada juga yang menggunakan fan lebih dari satu,
tentunya desain heatsink akan menyesuaikan sehingga dapat ditempelkan lebih dari satu fan.
Nah, bagi mania overclock yang tidak ada masalah dengan uang, mereka dapat menggunakan sistem
pendingin berbasis air. Sistem pendingin ini bekerja seperti sistem radiator pada mobil. Sayang
sistem PC jadi ribet karena adanya 2 selang yang menghubungkan blok air dengan reservoir. Tetapi
bagi overclocker, itu tidak jadi masalah. Cuma hati-hati, jangan sampai bocor airnya.
Sebenarnya penggunaan sistem peltier sangat ideal bagi mania overclock karena sistem ini dapat
“membekukan” prosesor. Sayang sistem peltier ini terlalu sulit dan bermasalah untuk dipasang dan
dikonfigurasikan. Belum lagi terdapat efek kondensasi atau pengembunan yang kerap kali timbul
padahal sistem PC baru menyala beberapa menit. Selain itu sistem pendingin ini terkenal sangat
boros karena dapat mengkonsumsi 80 sampai 130 Watt untuk kerjanya sendiri. Belum lagi Peltier
sendiri menghasilkan panas kerja yang berlebih yang juga harus dibuang. Memang sistem ini dapat
mendinginkan prosesor dengan sangat baik, tetapi dengan kesulitan yang ditimbulkannya, sistem ini
jadi tidak populer & hanya sedikit yang mau memakainya.
Seorang overclocker telah berhasil menggabungkan 3 jenis sistem pendinginan pada PC-nya, yaitu
sistem pendinginan udara, sistem pendinginan air dan yang terakhir adalah peltier..
800 MHz CPU Speed
64 Megabytes of installed RAM
20 Megabytes free hard disk space
Compatible With: Windows® 95/98/Me/NT/2000/XP/Vista/7 (64-Bit Editions Supported)
Cara Menggunakannya
Pages
kabar tehknologi
Jumat, 26 April 2013
Mendeteksi Hardware Komputer menggunakan PC Wizard
Jika anda menggunakan sistem operasi Windows & kalian ingin mengetahui spesifikasi hardware komputer anda, kalian dapat menggunakan fitur system information bawaan Windows. Jika anda menggunakan Windows 7, anda dapat mengetahui spesifikasi hardware komputer kalian dengan memasukkan C:\Windows\System32\msinfo32.exe ke dalam Windows search box yang tersedia. Namun, ada cara yang lebih mudah untuk melihat spesifikasi hardware komputer kalian, yaitu dengan menggunakan aplikasi PC Wizard.
PC Wizard adalah salah satu aplikasi tercanggih, yang dapat kalian gunakan untuk mendapatkan informasi mengenai sistem komputer kalian. Aplikasi ini mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam mendeteksi hardware & melakukan analisa atas hardware yang ada. PC Wizard juga dapat mengidentifikasi komponen dari suatu sistem dalam skala yang besar.
Anda tidak perlu khawatir, karena aplikasi ini diupdate secara rutin untuk memastikan bahwa ia dapat menyediakan hasil deteksi serta analisa yang paling akurat sesuai dengan teknologi dan standar terbaru. PC Wizard dapat digunakan pada komputer yang memakai sistem operasi Windows 95, 98, 2000, XP, Vista, WinPE, dan 7.
Dengan menggunakan aplikasi PC Wizard, anda dapat melakukan benchmark atas performa CPU,Cache, RAM, hard disk, CD/DVD ROM, video, Flash media, dan sebagainya. Dengan demikian, anda dapat selalu memonitor performa dari komputer anda untuk memastikan bahwa komputer anda bekerja secara maksimal. Anda dapat mengunduh aplikasi PC Wizard dari http://www.cpuid.com/softwares/pc-wizard.html.
PC Wizard adalah aplikasi freeware. Anda dapat menggunakan aplikasi ini secara gratis tanpa batasan waktu tertentu. Namun, jika kalian merasa bahwa aplikasi ini sangat membantu anda, tidak ada salahnya jika anda memberikan donasi kepada pengembangnya melalui Paypal. Untuk mendapatkan berita terbaru mengenai hardware benchmarking, kalian dapat mendaftarkan diri sebagai anggota di CPUID.com.
Teknologi Pendingin Prosesor
Bagi kebanyakan orang, pendingin standar bawaan PC telah dirasa mencukupi. Tetapi bagaimana
dengan mania overclock yang memaksa prosesor PC-nya bekerja sampai di ambang batas
kemampuannya? aku yakin mereka akan merasa kurang dengan kinerja pendingin standar bawaan
PC-nya dan mencari pendingin yang lebih baik/lebih dingin. Atau bagaimana dengan notebook yang
mensyaratkan sistem dapat menghemat daya yang dipakainya? Selain prosesor yang hemat listrik,
notebook juga menerapkan fan pendingin yang bekerja sesuai dengan kebutuhan.
Sebenarnya teknologi pendinginan PC juga berevolusi selama tugas pendampingannya terhadap
prosesor. Tetapi memang tidak sepesat perkembangan teknologi prosesor itu sendiri. Ini karena
untuk kondisi normal, penggunaan teknologi pendinginan standar sudah cukup untuk mendinginkan
prosesor. Secara garis besar, jenis sistem pendingin dapat dibagi menjadi 3, yaitu sistem pendingin
udara, sistem pendingin air, dan peltier.
Sistem Pendingin Udara
Inilah sistem pendingin yang paling tua di dunia PC dan masih
dipakai sampai saat ini. Sistem ini mendominasi sistem pendinginan
pada PC karena kesederhanaannya dan harganya yang murah. Walau
pun sistem ini juga memiliki beberapa kekurangan, salah satunya
adalah sangat bising.
Sistem pendingin udara ini terdiri atas 2 buah komponen, yaitu
heatsink & fan. Heatsink berguna untuk menyerap panas pada
prosesor. Bilah-bilahnya berguna untuk menyalurkan panas prosesor
ke udara sekitar. Sedangkan fan berguna untuk menguraikan panas heatsink ke udara sekitar dengan
lebih cepat. Untuk itulah mengapa heatsink didesain berbilah-bilah karena untuk lebih memudahkan
penyaluran udara panas ke udara sekitar.
Sistem Pendinginan Air
Sistem ini menggunakan air untuk menyerap
panas di heatsink. Prinsip kerjanya mirip
dengan sistem radiator pada mobil. Pada
prosesor dipasang blok air yang berisi banyak
bilah tembaga/ aluminium yang bertugas
seperti heatsink, yaitu menyerap panas
prosesor. Tetapi bilah-bilah ini diletakkan
dalam blok yang berisi air. Pada blok ini
terdapat 2 buah saluran, satu untuk masuk
air dan yang lain untuk keluar air. Nah, panas
di bilah-bilah heatsink ini diserap oleh air yang
kemudian dibuang keluar blok air menuju
reservoir atau penampung air melewati selang
air. Air ini kemudian didinginkan dengan fan
pendingin yang terdapat pada reservoir. Air
dalam reservoir yang telah dingin kemudian
dipompa oleh pompa air elektris mini keluar
reservoir melewati selang air kemudian masuk
ke blok air untuk menggantikan air yang telah bersirkulasi mendinginkan heatsink. Jadi air ini
bersirkulasi mendinginkan heatsink, kemudian kembali keluar menuju reservoir yang kemudian air
panas ini akan didinginkan oleh fan.
Karena jarak antara blok air dengan reservoir bisa fleksibel dengan jarak sampai sejauh 3 meter, ini
berarti tidak ada motor fan dalam PC. Motor fan pendingin reservoir dan pompa air elektris mini
dapat diletakkan terpisah dari PC. Ini menjadikan sistem PC lebih senyap.
Sistem Peltier (thermoelectric)
Ini adalah sistem yang sebenarnya tidak mendinginkan sistem, tetapi hanya memindahkan panas dari
satu ujung ke ujung yang lain. Perbedaan suhu antara ujung yang panas ke ujung yang dingin dapat
berkisar antara 70 derajat sampai 120 derajat. Pendingin Peltier bekerja pada prinsip pemompaan
panas yang bekerja menggunakan sangat banyak daya listrik. Sistem pendingin ini dapat memakai
daya 80 sampai 130 watt untuk dapat bekerja. Sedangkan sistem peltier sendiri juga menghasilkan
panas sehingga juga diperlukan heatsink dan fan untuk sistem peltier. Jadi jika kita jumlahkan
keseluruhan suhu sistem, maka penggunaan sistem peltier akan lebih panas. Tetapi suhu pada
prosesor bisa saja sedingin seperti suhu lemari es kita.
Secara teknis penggunaan sistem peltier ini sangat ideal karena dapat memindahkan panas prosesor
ke luar sistem PC dengan baik dan cepat, tetapi ternyata peltier juga membawa banyak masalah &
bahaya, yaitu misalnya overheating jika fan mati yang akan membakar prosesor, problem kelistrikan
karena peltier memakai terlalu banyak daya, kondensasi/ pengembunan yang terjadi karena
perbedaan yang ekstrem antara suhu prosesor yang didinginkan dengan suhu sekitar. Untuk
informasi lebih lanjut, Anda dapat membacanya di www.peltier-info.com.
Setelah kita memahami beberapa teknologi pendinginan di atas, kita dapat menggunakan teknologi
pendinginan di atas untuk membangun sistem komputasi dengan sistem pendinginan yang sesuai.
Berikut adalah contoh penerapannya.
Pendinginan Pasif untuk Sistem yang Dingin
Maksudnya adalah bahwa sistem yang dingin ini sudah didukung oleh prosesor dan motherboard
bertegangan rendah yang relatif cukup dingin sehingga tidak diperlukan pendingin aktif. Sistem pendingin yang diperlukan hanyalah pendingin pasif, yaitu hanya memerlukan heatsink tanpa
diperlukan fan. Sistem PC ini dapat dibangun dengan prosesor VIA/Cyrix yang memiliki tegangan
rendah. Sebenarnya sistem ini cocok bagi kondisi yang mensyaratkan keadaan yang rendah bising,
tetapi sayang tampaknya harus mengorbankan kinerjanya. Contohnya adalah Notebook.
Pendinginan untuk Sistem Rendah Bising
Beberapa orang atau pun lingkungan kerja mensyaratkan keadaan kerja yang senyap/tidak bising. PC
standar dengan pendinginan standar dirasa cukup menganggu keadaan ini. Memang penyebab
kebisingan dari suatu PC sangat beragam, bisa dari motor CDROM drive, harddisk, pendingin
prosesor (dan prosesor kartu grafis jika ada), dari pendingin power supply atau pun dari fan exhaust
casing PC. Untuk kondisi ini, produsen pendingin prosesor membuat suatu sistem pendinginan yang
memakai motor fan yang memiliki tingkat kebisingan rendah. Motor fan ini didesain khusus dengan
chasing motor yang dilengkapi peredam sehingga dapat menekan suara yang keluar dari motor fan.
Memang dari segi ukuran motor fan dengan peredam ini akan sedikit lebih besar dari motor fan
pendingin prosesor biasa, tetapi suara yang dihasilkan akan lebih kecil.
Pendingin untuk Sistem Hemat Energi
Banyak produsen PC yang memproduksi sistem komputasi yang hemat energi. Selain itu rata-rata
notebook menerapkan dan mensyaratkan sistem yang hemat energi ini. Salah satu penghematan
energi ini dilakukan pada sistem pendingin. Memang beberapa produsen prosesor telah membuat
versi prosesor yang bertegangan rendah yang memiliki suhu kerja lebih dingin dari prosesor lain,
tetapi untuk penggunaan dengan durasi yang lama, prosesor tetap membutuhkan sistem pendinginan.
Belum lagi prosesor Intel yang memiliki teknologi speed step yang dapat disesuaikan kecepatan
prosesornya, ini tentu membutuhkan sistem pendinginan yang otomatis mengikuti kebutuhan
pendinginannya.
Untuk itu didesainlah sistem pendinginan yang lebih efektif dan efisien. Ini dapat dilakukan dengan
memberikan ventilasi yang cukup pada sistem, penggunaan heatsink (keping pendingin) yang ekstra
besar pada prosesor, atau menggunaan fan yang terkendali yang akan bekerja sesuai dengan
kebutuhan.
Pada beberapa motherboard telah dilengkapi sensor suhu yang akan memonitor suhu prosesor dan
juga telah dilengkapi switch (saklar) otomatis bagi fan pendingin prosesor. Ini sangat membantu
dalam membangun sistem yang hemat energi karena fan hanya akan bekerja jika suhu prosesor telah
mencapai tingkat tertentu. Tetapi bagi motherboard yang belum dilengkapi fasilitas tersebut, kita
dapat memakai sistem pendingin yang telah memiliki sensor suhu dan switch otomatis terpasang.
Biasanya sensor dan saklar otomatis tersebut terdapat pada heatsink yang akan menyalakan fan jika
suhu prosesor telah mencapai tingkat tertentu.
Sistem Pendingin bagi Sistem Berkinerja Tinggi
Yang dimaksud sistem berkinerja tinggi di sini adalah sistem dengan tingkat komputasi dan
kehandalan sistem yang tinggi dengan tingkat hidup atau durasi kerja yang panjang. Biasanya sistem
ini didedikasikan untuk mesin server atau juga sistem untuk keperluan khusus yang menuntut
kehandalan & kinerja yang tinggi. Sistem ini tentu akan menghasilkan panas yang lebih tinggi dari
sistem biasa. Untuk mendinginkan sistem berkinerja tinggi ini, sistem pendinginan biasa tentu tidak
mencukupi, untuk itu dibuatlah beberapa jenis sistem pendingin. Kita bisa memakai heatsink yang
ekstra besar dengan bentuknya yang didesain efektif menyerap dan mengeluarkan panas,
menggunakan motor fan yang memiliki kecepatan putar tinggi, atau menggunakan fan yang
memiliki bilah yang lebih besar/lebar atau pun lebih panjang. Tentu tidak lupa pula dikombinasikan
dengan casing yang dingin. Maksud dari casing yang dingin ini adalah banyaknya ventilasi udara
dan biasanya ventilasi ini sudah dilengkapi dengan fan exhaust. Tetapi biasanya sistem pendingin
untuk sistem berkinerja tinggi ini akan lebih bising dan lebih boros daya. Selain dari sistem
pendingin yang diterapkan padanya, kadang sistem ini membutuhkan lingkungan sekitar yang dingin
dengan sirkulasi udara yang sangat baik. Kadang pula diperlukan ruang khusus bagi sistem ini sehingga
sistem dapat bekerja dengan optimal.
Sistem Pendingin bagi Mania Overclock
Sebenarnya sistem PC yang dioverclock tidak disarankan
oleh para produsen prosesor, karena resiko kerusakan dan
umur sistem yang lebih pendek karena penerapan teknik
overclock itu. Tetapi kadang bagi para mania overclock halhal
tersebut mereka abaikan. Bahkan kadang-kadang mereka
membangun sistem untuk dioverclock dengan biaya yang
lebih besar untuk membeli sistem pendingin dan piranti
pendukung lain dari pada jika mereka membeli sistem dengan
tingkat performance lebih tinggi. Belum lagi jika prosesor
atau piranti lain rusak dan mereka harus menggantinya.
Memang tidak masuk akal, tetapi mereka akan merasakan
kepuasan yang tiada tara jika mereka dapat meningkatkan kinerja sistemnya tetapi tetap stabil.
Apalagi ada situs khusus mania overclock yang memuat data-data lengkap sistem yang dioverclock,
tentu hati para mania overclock akan semakin panas untuk dapat melebihi sistem overclock lain.
Jangan-jangan yang perlu dipasang sistem pendingin seharusnya mania overclock itu sendiri ☺.
Dari para mania overclock inilah timbul beberapa teknologi sistem pendinginan yang berkinerja
tinggi. Contohnya adalah penggunaan heatsink yang tidak lagi ekstra, tetapi sudah over besar dengan
casing PC yang banyak memiliki ventilasi ditambah exhaust fan yang ekstra kuat. Selain itu kita
dapat menggunakan coupled/combo heatsink, yang menyatukan dua buah heatsink. Ada juga yang
menggunakan heatsink extention/tambahan, ini akan menambahkan heatsink di atas heatsink & fan
standar prosesor. Kadang kala diperlukan pipa tembaga penghantar panas yang menyalurkan panas
dari heatsink pertama ke heatsink tambahan. Ada juga yang menggunakan fan lebih dari satu,
tentunya desain heatsink akan menyesuaikan sehingga dapat ditempelkan lebih dari satu fan.
Nah, bagi mania overclock yang tidak ada masalah dengan uang, mereka dapat menggunakan sistem
pendingin berbasis air. Sistem pendingin ini bekerja seperti sistem radiator pada mobil. Sayang
sistem PC jadi ribet karena adanya 2 selang yang menghubungkan blok air dengan reservoir. Tetapi
bagi overclocker, itu tidak jadi masalah. Cuma hati-hati, jangan sampai bocor airnya.
Sebenarnya penggunaan sistem peltier sangat ideal bagi mania overclock karena sistem ini dapat
“membekukan” prosesor. Sayang sistem peltier ini terlalu sulit dan bermasalah untuk dipasang dan
dikonfigurasikan. Belum lagi terdapat efek kondensasi atau pengembunan yang kerap kali timbul
padahal sistem PC baru menyala beberapa menit. Selain itu sistem pendingin ini terkenal sangat
boros karena dapat mengkonsumsi 80 sampai 130 Watt untuk kerjanya sendiri. Belum lagi Peltier
sendiri menghasilkan panas kerja yang berlebih yang juga harus dibuang. Memang sistem ini dapat
mendinginkan prosesor dengan sangat baik, tetapi dengan kesulitan yang ditimbulkannya, sistem ini
jadi tidak populer & hanya sedikit yang mau memakainya.
Seorang overclocker telah berhasil menggabungkan 3 jenis sistem pendinginan pada PC-nya, yaitu
sistem pendinginan udara, sistem pendinginan air dan yang terakhir adalah peltier..
Tips Agar Laptop Tidak Lambat & Lemot
Dengan banyaknya program yang terinstal didalam laptop dapat mengakibatkan timbulnya masalah yang tidak mengenakkan, yaitu kinerja laptop dapat menurun. Beberapa penyebab umum sebuah netbook menjadi lambat loading biasanya karena masalah dibawah ini:
Setelah kita mengetahui apa saja penyebab laptop lambat seperti yang disebutkan diatas, hal selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah apa saja langkah pencegahan / penanganan untuk masalah tersebut.
Untuk mengatasi laptop cepat panas / lambat loading, hal pertama yang harus diperhatikan adalah selalu memonitor kinerja dari laptop tersebut. Sering karena terlalu sibuk kita tidak memeperhatikan 'kesehatan' laptop kita.
Selalu kosongkan 'tempat sampah' agar tidak terlalu memakan space hardisk. Periksa kembali apa saja program yang telah terinstal didalam laptop, jika dirasa tidak diperlukan lagi, remove program yang menumpuk tersebut toh kita masih memiliki file instalernya.
Jika anda menggunakan program security atau anti virus, pilih anti virus yang benar-benar dapat bekerja smart & jangan menginstal anti virus ganda. Hal ini tidak akan menolong, justru akan terjadi konflik sehingga kerja laptop menjadi berat.
Periksa juga semua aspek pada laptop mulai dari sistem file, temporary file, space memory, & lain sebagainya. Hal penting lain yang tidak dapat diabaikan yaitu pada bagian hardware. Periksa kembali apapakah RAM yang terpasang saat ini sudah kompatible dengan kerja dari laptop anda? Kalau perlu lakukan upgrade RAM & harddisk agar ruang penympanan lebih longgar. Perhatikan juga temperature laptop pada saat bekerja, jika diperlukan tambahkan cooling pad agar panas dapat terbuang dengan sempurna.
- Terlalu banyak program yang terinstal
- Kapasitas RAM penuh, bahkan tidak mencukupi
- Menumpuknya temporary file
- Masalah anti virus yang tidak sesuai
- Sistem file yang hilang
- Koneksi internet yang lambat
- Masalah hardware, overheat
Setelah kita mengetahui apa saja penyebab laptop lambat seperti yang disebutkan diatas, hal selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah apa saja langkah pencegahan / penanganan untuk masalah tersebut.
Untuk mengatasi laptop cepat panas / lambat loading, hal pertama yang harus diperhatikan adalah selalu memonitor kinerja dari laptop tersebut. Sering karena terlalu sibuk kita tidak memeperhatikan 'kesehatan' laptop kita.
Selalu kosongkan 'tempat sampah' agar tidak terlalu memakan space hardisk. Periksa kembali apa saja program yang telah terinstal didalam laptop, jika dirasa tidak diperlukan lagi, remove program yang menumpuk tersebut toh kita masih memiliki file instalernya.
Jika anda menggunakan program security atau anti virus, pilih anti virus yang benar-benar dapat bekerja smart & jangan menginstal anti virus ganda. Hal ini tidak akan menolong, justru akan terjadi konflik sehingga kerja laptop menjadi berat.
Periksa juga semua aspek pada laptop mulai dari sistem file, temporary file, space memory, & lain sebagainya. Hal penting lain yang tidak dapat diabaikan yaitu pada bagian hardware. Periksa kembali apapakah RAM yang terpasang saat ini sudah kompatible dengan kerja dari laptop anda? Kalau perlu lakukan upgrade RAM & harddisk agar ruang penympanan lebih longgar. Perhatikan juga temperature laptop pada saat bekerja, jika diperlukan tambahkan cooling pad agar panas dapat terbuang dengan sempurna.
MENGATUR HARDDISK KAPASITAS BESAR
Pada saat sekarang ukuran Harddisk sudah semakin besar, yang paling umum adalah
20 GB, 40 GB, 80 GB, 120 GB tetapi ada yang mencapai 800 GB. Masalah yang
muncul adalah tidak semua computer dapat membaca seluruh isi Harddisk sebesar
800 GB. Kendala pokok ada 2 yaitu Perangkat Keras (Mainboard) & Perangkat Lunak
(System Operasi) yang digunakan. Semakin bagus Mainboard,maka se makin ‘bagus’ pula
harganya.
Sementara itu Windows XP SP-1 tidak bisa membaca seluruh isi Harddisk dengan
ukuran lebih dari 137 GB. Untuk masalah pertama berhubungan dengan tebalnya
‘kantong’, sedangkan masalah kedua masih bias diakali. Caranya adalah melakukan
setting pada Registry Editor.
1. Klik menu [Start > All Programs >Accessories >Notepad]
2. Pada jendela Notepad ketikkan baris perintah seperti berikut
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Atapi\Parameters]
“EnableBigLBA”=dword:00000001
1. Simpan dokumen yang baru saja anda buat melalui menu [Save As…]. Ketikkan
nama dengan EnableLBA.reg. Ekstensi .reg menunjukkan bahwa file tersebut
adalah file registry. Tentukan pada folder mana file tersebut anda simpan,
setelah itu klik [Save] untuk menyimpan file.
2. Untuk memasukkan file tadi kedalam registry, klik ganda pada file EnableLBA
dan jika kotak konfirmasi jawab saja [Yes]
3. Kotak dialog selanjutnya adalahketerangan bahwa informasi tersebut telah
dimasukkan kedalam registry, klik [Ok]
4. Restart PC anda supaya registry dapat di-update oleh computer.
20 GB, 40 GB, 80 GB, 120 GB tetapi ada yang mencapai 800 GB. Masalah yang
muncul adalah tidak semua computer dapat membaca seluruh isi Harddisk sebesar
800 GB. Kendala pokok ada 2 yaitu Perangkat Keras (Mainboard) & Perangkat Lunak
(System Operasi) yang digunakan. Semakin bagus Mainboard,maka se makin ‘bagus’ pula
harganya.
Sementara itu Windows XP SP-1 tidak bisa membaca seluruh isi Harddisk dengan
ukuran lebih dari 137 GB. Untuk masalah pertama berhubungan dengan tebalnya
‘kantong’, sedangkan masalah kedua masih bias diakali. Caranya adalah melakukan
setting pada Registry Editor.
1. Klik menu [Start > All Programs >Accessories >Notepad]
2. Pada jendela Notepad ketikkan baris perintah seperti berikut
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Atapi\Parameters]
“EnableBigLBA”=dword:00000001
1. Simpan dokumen yang baru saja anda buat melalui menu [Save As…]. Ketikkan
nama dengan EnableLBA.reg. Ekstensi .reg menunjukkan bahwa file tersebut
adalah file registry. Tentukan pada folder mana file tersebut anda simpan,
setelah itu klik [Save] untuk menyimpan file.
2. Untuk memasukkan file tadi kedalam registry, klik ganda pada file EnableLBA
dan jika kotak konfirmasi jawab saja [Yes]
3. Kotak dialog selanjutnya adalahketerangan bahwa informasi tersebut telah
dimasukkan kedalam registry, klik [Ok]
4. Restart PC anda supaya registry dapat di-update oleh computer.
Kamis, 25 April 2013
Shutdown & restart komputer dgn tepukan tangan..
Mungkin biasa anda menshutdown / merestart komputer anda dengan menggunakan mouse, kali ini saya membahas cara menshutdown & merestart komputer dengan cara bunyi suara/ tepuk tangan
& ini yg paling fenomenal gan, aplikasi ini bisa mendeteksi “noise”, untuk dipergunakan sebagai perintah sesuai pilihan yg kita setting di menu utama, jadi kita bisa Shutdown, Restart, Standby, Log Off, Alarm, Notifikasi bahkan sampai Eksekusi file hanya dengan tepukan tangan yang bisa diatur tingkat sensitifitinya
Minimum System Requirements:800 MHz CPU Speed
64 Megabytes of installed RAM
20 Megabytes free hard disk space
Compatible With: Windows® 95/98/Me/NT/2000/XP/Vista/7 (64-Bit Editions Supported)
Cara Menggunakannya
- Download, Install & jalankan aplikasi SleepMoon Express
- Klik Sound Activation Console
- Pda window Sound Activation Console, mulailah proses Normalisasi dengan mengklik “Start Normalization Process”
- Tunggu hingga proses mencapai 100%, usahakan meminimalisir suara disekitar anda Hingga indikator atas menjadi antara 0-10%
- selanjutnya setting berapa persen tingkat kebisingan yang harus ditimbulkan untuk mengaktifkan perintah ‘disini saya set 80%’
- Setelah itu Save Setting & klik “Hide Console Interface”
- Pastikan Microphone anda hidup, cek dengan tepuk tangan maka Bar pada bagian atas akan bergerak beberapa persen sesuai dengan tekanan suara tepukan anda..
- Kemudian kembali ke menu utama (Automatic Commands)
- Tentukan perintah yang anda inginkan, disini saya akan mencontohkan (eksekusi/jalankan file dengan tepuk tangan) jadi saya memilih “Run A Specified File”
- Setelah itu Browse File yg anda ingin jalankan
- Pilih file musik Mp3 yang anda inginkan
- Setelah sampai pada tahap ini, anda bisa mencoba’nya dengan menepukkan tangan di dekat Microphone anda (Jika file barhasil dijalankan, maka setting anda sukses) & bisa ulangi ke Langkah 10
Minimum Requirements Windows 8
Bagi anda semua yang ingin menginstal windows 8 perhatikan dulu spek minimumnya sebelum menginstal windows 8 di laptop / pc anda karena banyak kejadian setelah di instal windows 8 laptop/ pc menjadi lemot bahkan hang. Itu disebabkan karena spek hardware yg anda miliki tidak mencukupi untuk mengangkat sebuah system operasi yang tergolong baru ini, dan membutuhkan spek yang lumayan tinggi. ok langsung aja simak Spesifikasi Minimum Windows 8 di bawah ini
Spesifikasi Minimum Windows 8:
Processor 1 GHz / lebih.
RAM 1 GB untuk 32-bit / 2GB untuk 64-bit
Free Disk Space 16GB pada 32-bit & 20GB untuk 64-bit
Graphics Adapter Microsoft DirectX9 dngan WDDM
Untuk menggunakan sensory capabilities membutuhkan tablet / monitor yang mendukung multitouch
Untuk akses ke Windows Store membutuhkan akses internet aktif & 1024 x 768 px minimal resolusi layar
Untuk aplikasi mengikat membutuhkan resolusi minimal 1366 x 768 px
itu dia Spesifikasi Minimum Windows 8..
semoga bermanfaat..
Spesifikasi Minimum Windows 8:
Processor 1 GHz / lebih.
RAM 1 GB untuk 32-bit / 2GB untuk 64-bit
Free Disk Space 16GB pada 32-bit & 20GB untuk 64-bit
Graphics Adapter Microsoft DirectX9 dngan WDDM
Untuk menggunakan sensory capabilities membutuhkan tablet / monitor yang mendukung multitouch
Untuk akses ke Windows Store membutuhkan akses internet aktif & 1024 x 768 px minimal resolusi layar
Untuk aplikasi mengikat membutuhkan resolusi minimal 1366 x 768 px
itu dia Spesifikasi Minimum Windows 8..
semoga bermanfaat..
